Tips Jualan Kelas Muslim Menengah

Whoa, sudah lama saya tidak menulis di blog pribadi. Beberapa bulan ini saya memfokuskan diri untuk menerbitkan 1 buku fiksi dan 1 buku nonfiksi. Mohon doanya dan para pembaca harus jadi salah satu pembelinya… hehehe. Awal tahun ini tidak begitu padat bagi saya yang hanya ikut 2 mata kuliah dan mengerjakan skripsi. Agak membosankan sebenarnya, apalagi saya baru saja ditolak menjadi salah satu content writer intern. Ini kedua kalinya saya ditolak. Selain mencoba apply ke start up maupun perusahaan, saya juga memanfaatkan waktu ini untuk membaca buku. Kali ini, saya mau mengulas sedikit tentang buku Marketing to the Middle Class Muslim karya Yuswohadi, dkk. (2014). Continue reading “Tips Jualan Kelas Muslim Menengah”

Jalan-jalan ke Negeri di Atas Awan

Sampailah saya di akhir semester tujuh yang penuh perjalanan ini. Mulai dari hiking ke Penanggungan, ikut konferensi di Semarang, lomba di Jakarta hingga berkunjung ke ‘Negeri di Atas Awan’ alias Dataran Tinggi Dieng. Tulisan ini akan berbagi sedikit soal bagaimana kami (saya dan sahabat saya) bisa sampai ke Dieng. Sebelumnya, maaf jika waktu dan biaya perjalanan tidak semuanya pasti karena saya pun lupa-lupa ingat. Ditambah lagi ada drama kecil yang nanti kawan-kawan akan tahu sendiri. Estimasi biaya yang saya tuliskan adalah untuk 1 orang. Semoga pembaca semua bisa berkesempatan menghirup udara segar di sini! 🙂 Continue reading “Jalan-jalan ke Negeri di Atas Awan”

Pengasuhan Positif untuk ABK

Tepat tanggal 12 Oktober 2019, ada hal yang unik di fakultas. Saat dosen mengadakan seminar tentang anak gifted di lantai bawah,mahasiswa juga nggak mau kalah dengan mengadakan talkshow tentang pengasuhan ABK di lantai atas. Pemateri pada talkshow hari itu ialah salah satu dosen dari Fakultas Psikologi UNAIR dan perwakilan orang tua dari Yayasan Peduli Kasih ABK. Tujuannya, supaya audiens belajar tidak hanya dari segi teoretis tapi juga aplikasinya secara nyata di masyarakat. Continue reading “Pengasuhan Positif untuk ABK”

Pendidikan sebagai Sarana Menuju Sehat Mental

Berbicara soal kesehatan mental, tidak terlepas dari psikologi sebagai ilmu yang mempelajari proses mental dan perilaku manusia. Karena itu dosen saya selalu bilang, “Selama ada manusia, saat itulah psikologi bisa memberikan kontribusinya.” Asyiknya lagi, manusia sering ikut campur urusan yang ada di dunia. Nggak heran, karena manusia diciptakan untuk menjadi KHALIFAH di muka bumi. Entah kontribusi mereka membuat dunia menjadi lebih baik atau lebih buruk, itu urusan lain.

Karena banyak sekali urusan manusia di dunia, psikologi sebagai ilmu yang “objeknya adalah manusia” juga memiliki berbagai macam cabangnya. Sebagai penikmat bidang psikologi pendidikan dan perkembangan, saya jadi mikir, “Apa ya hubungannya kesehatan mental dengan praktik pendidikan kita?” Hayuk ikutan mikir sebelum baca ke postingan selanjutnya… Continue reading “Pendidikan sebagai Sarana Menuju Sehat Mental”

Belajar Mendongeng

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan kata mendongeng. Dalam KBBI, mendongeng adalah aktivitas bercerita tentang hal yang tidak benar-benar terjadi. Di era sekarang, banyak orang yang memilih dongeng sebagai bagian dari pekerjaannya. Mereka inilah yang disebut dengan pendongeng.

Dalam rentang bulan September-Oktober 2019 , saya diberi kesempatan untuk bertemu dua pendongeng secara gratis. Keduanya adalah Kak Inge dan Kak Nitnit. Saya bertemu mereka berdua dalam dua acara yang berbeda. Mereka berbagi tentang kebermanfaatan dongeng, teknik mendongeng, hingga pengalaman mendongeng sampai bisa berkeliling Indonesia. Keunikan dari dua pertemuan ini adalah tidak sedikit pun saya menemukan perbedaan soal konsep mendongeng. Beberapa catatan yang saya rangkum ialah sebagai berikut. Continue reading “Belajar Mendongeng”

Titik Balik

Mendekati akhir tahun, banyak hal-hal yang menjadi fokus pikiran ini. Baik dalam hal akademik, non akademik, bahkan intrapersonal. Banyak kekhawatiran yang muncul akibat kepercayaan diri menurun. Semua saling beradu untuk sama-sama merasa paling memberatkan pikiran.

Pagi tadi sewaktu melamun di depan jendela, saya menikmati panasnya udara kamar. Sembari itu pula saya menundukkan kepala dan mengucap istigfar. Rasanya tidak ada lagi yang dapat saya keluhkan sepagi ini selain-Nya.

Kalau sudah jenuh seperti ini, saya butuh stimulasi untuk menemukan titik baliknya. Biasanya dari murotal atau membunyikan gitar lama. Ternyata, pikiran ini lebih mengingat sedikit perjuangan Rasulullah berdakwah. Beliau tak pernah gentar, tak pernah lelah bahkan tak pernah menyerah memperjuangkan agama walaupun orang-orang kafir juga tak pernah absen mencaci maki Rasulullah.

Sebagai pengikutnya, saya juga harus kuat. Membayangkan diri sebagai orang yang akan melindungi Rasulullah, maka saya harus tahan banting. Terlihat abstrak dan tidak nyata tetapi dengan mengingatnya titik balik itu bisa dicapai. Entah kejutan apalagi yang akan datang.

The Experience of an Amateur Presenter

I can’t say nothing but thank my God for giving me the chance to participate in a conference. This always become my dream since my first step as a college student. Now, I want to share a little bit about this inspiring experience.

Currently I am a volunteer in a foundation which doing some programs to empowering the poor parents of children with special needs (CSN). A few weeks ago, I was being asked to make an abstract for joining the 3rd International Conference on Special Education (ICSE) in Surabaya. Voluntarily, I accepted the request. Somehow, one of the staffs said that our abstract was accepted on the conference. Then, we sent the full paper and got the chance to present it.

Continue reading “The Experience of an Amateur Presenter”