The Experience of an Amateur Presenter

I can’t say nothing but thank my God for giving me the chance to participate in a conference. This always become my dream since my first step as a college student. Now, I want to share a little bit about this inspiring experience.

Currently I am a volunteer in a foundation which doing some programs to empowering the poor parents of children with special needs (CSN). A few weeks ago, I was being asked to make an abstract for joining the 3rd International Conference on Special Education (ICSE) in Surabaya. Voluntarily, I accepted the request. Somehow, one of the staffs said that our abstract was accepted on the conference. Then, we sent the full paper and got the chance to present it.

Continue reading “The Experience of an Amateur Presenter”

Advertisements

Learn to be an Effective Reader

Hello good people! Sorry for using an usual greeting from a TV show. I’m going to share my opinion about this interesting article. The author brought a theme which most of us haven’t do it correctly. It is reading. As we know, reading plays an important role in our lives. It is one of main skills that human should have. But, some people think it is simple as its definition. The truth is, definitely not.

Most people including me haven’t get a total understanding from what we’ve read. It was only get into our short-term memory. Like some of the students who study a night before the exam. I bet they forgot all the materials two days later because what they did doesn’t count as an effective reading.

After reading the article, I guess we all must get used to do the steps. Here’s some steps that I got: Continue reading “Learn to be an Effective Reader”

Menuju Puncak Pawitra

DSCN7102.JPG

Selamat liburan kawan-kawan!
Setelah berkunjung ke Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk pertama kalinya pada 2017, saya memantapkan diri untuk mengajak teman-teman seperkuliahan mendaki ke miniaturnya Semeru yakni Gunung Penanggungan. Konon, puncaknya Penanggungan adalah sebagian dari puncaknya Gunung Semeru. Dari segi bentuknya juga hampir serupa. Alhamdulillah, salah satu sahabat saya berasal dari kawasan di sekitar Penanggungan sehingga perencanaan perjalanan yang dilakukan tidak terlalu sulit. Kira-kira, begini catatan singkat perjalanan kami. Continue reading “Menuju Puncak Pawitra”

Kesan Film Ghost Writer

Minggu-minggu UAS di semester akhir ternyata nggak selalu menyenangkan. Bentuk ujian yang sebagian besar hanya mengumpulkan laporan membuat saya bingung mengisi aktivitas sehari-hari. Banyak kawan yang kembali ke kampung halaman, menunggu ujian tulis minggu depan. Sedangkan waktu pulang saya masih… dua minggu lagi, insyaa Allah.

Setelah 5 menit berdiam di atas motor, saya kepikiran untuk nonton bioskop. Walaupun saya tau filmnya kurang sesuai dengan minat tapi ada satu judul yang menarik. Awalnya saya berekspektasi rendah pada alur film ini. Setelah menonton ternyata… bagus juga ide ceritanya. Film yang disutradai Bene Dionysius ini menggabungkan genre horor dan komedi. Kalo saya boleh nambahi ya… film ini ada unsur drama-nya juga. Beberapa penonton terlihat berkaca-kaca karena ceritanya yang cukup menyentuh. Ini asumsi saya aja yang sebenarnya nggak bisa lihat ekspresi para penonton, kan suasananya gelap. Continue reading “Kesan Film Ghost Writer”

Asyiknya Belajar Psikologi: Ulasan Singkat

Selamat hari Minggu semuanya! Semangat buat kalian yang mau ujian akhir semester ya… saya kira cuma kampus saya aja yang harus menahan waktu liburan hingga akhir Juni nanti. Kali ini saya mau menepati janji di tulisan yang lalu, soal review singkat salah satu karya dari kakak tingkat. Judul bukunya adalah “Asyiknya Belajar Psikologi” karya Fatin Philia Hikmah. Klik namanya biar bisa lihat tulisan lainnya dari Mba Fatin ya!

Buku ini terdiri dari beberapa bagian yang sebagian besar isinya menceritakan pengalaman Mba Fatin selama kuliah psikologi. Walaupun begitu, ternyata pengalaman tersebut juga saya rasakan sepanjang belajar tentang manusia lho. Mulai dari manajemen waktu, iseng-iseng berhadiah ikut lomba, sampai saya jadi mikir setelah lulus nanti mau jadi apa. Cerita yang terdapat dalam buku ini disampaikan dengan gaya bahasa yang santai sehingga mudah dipahami. Continue reading “Asyiknya Belajar Psikologi: Ulasan Singkat”

Jadi Orang Feeling

Jangan kira orang feeling itu nggak mikir layaknya orang thinking. Sebagai salah satu dari sekian banyak manusia yang berkepribadian feeling, saya suka capek sendiri kalo mengaitkan segala sesuatu dengan perasaan. Mencoba berpikir logis tapi tetep aja lho, feeling yang menang. Hehehe mau diapakan lagi, ini salah satu yang patut saya syukuri.

Yang paling sering saya alami nih, setiap kali mau melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan orang lain pasti suka mikir berkali-kali. Ehm aku bener nggak ya ngelakuin ini? Ntar dia marah lagi? Sungkan ah, nggak jadi deh. Hampir 3 tahun belajar psikologi ternyata saya masih nggak paham sama diri sendiri. Sampai kesal malah.

Tapi asyiknya… kalau belajar psikologi ada bonusnya. Saya bisa memodifikasi sikap maupun perilaku sendiri dengan teknik-teknik yang dipelajari. Yah, agak susah sih tapi kenapa nggak dicoba. Siapa tau jadi bahan pelajaran untuk membantu orang-orang di luar sana nantinya.

Terus apalagi yang saya dapatkan ketika belajar psikologi?
Hehehe, tunggu ulasan buku yang berkaitan dengan ini ya. Alhamdulillah, dapat rezeki lagi buat mengaji karya salah satu kakak tingkat saya. Ditunggu aja!

Dino,
25 Ramadan 1440.

Untitled

Selamat malam Nuzulul Quran semuanya!
Tulisan ini bukan berisi lirik lagu Untitled-nya Maliq & D’essentials lho ya… lebih tepatnya karena saya bingung mau ngasih judul apa. Sama bingungnya dengan diri saya hari ini.

Kebetulan hari ini bertepatan dengan H+1 tanggal kelahiran Masehi saya. Yah, hampir dua hari inilah merasakan usia kepala dua. Kemarin sih rasanya senang karena banyak hal yang saya syukuri dan beberapa kejadian yang terduga: pertama kali PKL di UPTD Liponsos ABK Kalijudan, bertemu Om di kampus, dapat rezeki untuk bagi-bagi roti, sampai kebagian makanan gratis di musala. Tapi keesokan harinya…

Rasanya ngantuk banget. Entah kenapa ya. Saya pikir kalau diakumulasi jam tidurnya memang kurang dari batas normal. Tapi kayaknya biasa-biasa aja. Sampai menjelang siang rasa kantuk malah bertambah parah. Kebetulan saya ada kelas dan bertepatan dengan waktu konsultasi makalah dengan dosen. Akhirnya, saya menggunakan jatah bolos dan tidur di indekos. Alhamdulillah, 30 menit itu bisa menghilangkan rasa kantuk.

Setelah menuntaskan presentasi di sore hari, saya pulang untuk berbuka dan salat tarawih bersama. Tidak ada hal yang aneh sampai pukul 20.00 tiba. Ternyata saya ditelepon salah satu teman yang kira-kira percakapannya seperti berikut.

“Halo assalaamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalaam, kamu di mana?”
“Di kos he… ada apa?”
“Hari ini kan rapat?”

Telolet. Ternyata saya lupa ada rapat hari ini! Padahal teman-teman sudah mengingatkan dan saya pun ingat sebelum tidur siang itu. Sontak saya bercerita pada sahabat saya dan ia justru mengantarkan saya ke lokasi rapat. Ketika masuk ruangan, semua teman tersenyum dan menggelengkan kepala, tanda tidak menyangka dan terheran-heran. Saya cuma bisa senyum meringis sambil menahan malu.

Saya paling nggak suka hal semacam ini terjadi. Kenapa?

  1. Melakukan aktivitas sesuai jadwal itu penting bagi saya. Jangan sampai ada ketidakaturan yang terjadi kecuali pada hal yang bersifat darurat dan masih bisa ditoleransi. Hari ini saya menyesal telah melakukan kecerobohan karena diri sendiri.
  2. Merepotkan banyak orang. Mulai dari sahabat saya yang mengantar bahkan sempat akan menggantikan aktivitas saya dan teman-teman yang telah menunggu lama di lokasi rapat. Hari ini saya menyesal karena mereka yang tidak bersalah harus terlibat dalam kecerobohan ini.

Sepanjang saya baru ingat ada rapat hingga kembali ke indekos, maaf adalah kata yang paling sering diucap. Walaupun teman-teman mengikhlaskan kejadian ini, tetap saja ada rasa tidak enak hati. Namun dari kejadian ini saya juga belajar beberapa hal…

  1. Tidur yang cukup. Tidur memang bisa mengembalikan mood kita. Terlebih lagi saking fresh-nya, saya sampai lupa ada agenda rapat.
  2. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Kalau kata sahabat saya barusan nih, “Hidup itu nggak selalu mulus kayak jalan tol”. Iya betul, setiap kejadian sesederhana apapun pasti ada saja lika-likunya. Yang terpenting, kita bisa ambil hikmahnya.

Kira-kira begitu yang ingin saya sampaikan. Sengaja saya tulis daripada kebawa mimpi saat tidur nanti. Intinya, jadikan semua kejadian itu pelajaran untuk menjadi lebih baik. Lupa adalah salah satu bentuk nikmat, cara Allah menegur kita supaya tidak terlena dengan nikmat waktu.

Surabaya, 17 Ramadan 1440.