Berpikir Lebih Dalam dengan Pendekatan Strukturalisme

maxresdefault

Semangat hari Rabu! Alhamdulillah, saya dan kawan-kawan sekampus kembali melanjutkan aktivitas perkuliahan. Di awal perkuliahan ini, salah satu kawan saya mengajak untuk kolaborasi menulis tentang apa yang telah kami pelajari sebagai mahasiswi psikologi. Selain mendorong kami untuk mengingat pelajaran yang telah lalu, harapannya tulisan ini bisa bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Sebelum atau setelah membaca tulisan dari saya, jangan lupa baca juga tulisan kawan saya melalui link berikut ya!

Pada tahun 1880-an, Wilhelm Wundt yang disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi ini melakukan berbagai macam eksperimen untuk mengetahui pikiran sadar manusia (conscious thoughts) dan membedahnya menjadi beberapa bagian. Harapannya, pemikiran manusia yang udah dibedah tersebut (break down) bisa jadi bahan untuk studi lanjut tentang psikologi. Ternyata, nggak cuma Wundt aja yang melakukan studi untuk mengetahui isi pikiran manusia. Ilmuwan lain bernama Edward Titchener juga melakukan eksperimen dari yang ringan hingga ekstrem. Salah satunya ialah menelan selang air dan menuang air panas ke dalam selang tersebut. Eksperimen “ekstrem” itu ditujukan untuk mengetahui apa yang individu rasakan saat air panas bergerak melalui selang yang ada di kerongkongan. Continue reading “Berpikir Lebih Dalam dengan Pendekatan Strukturalisme”

Advertisements

I Am Sarahza: Sedikit Ulasan

Kayaknya saya bisa masuk kategori penggemar berat buku-bukunya Hanum dan Rangga deh. Baru kemarin saya dan sahabat saya membeli buku ini. Hari ini pula saya tamatkan buku tersebut. Cerita yang diangkat berdasarkan pengalaman hidup mereka selalu menginspirasi. Ditambah lagi diksi yang digunakan selalu menarik dan edukatif, khususnya bagi penulis pemula seperti saya. Kadang-kadang saya sampai berdoa, “Ya Allah, semoga aku dan suamiku kelak bisa seperti mereka. Sekolah di luar negeri, keliling dunia untuk menapaki jejak peradaban Islam, dan menerbitkan buku.” Satu hal yang paling saya dambakan ialah memiliki suami yang setia mengarungi bersama pahit dan manisnya lautan kehidupan. Bahkan, jika Allah juga menakdirkan saya seperti Hanum yang berikhtiar memiliki anak selama 11 tahun. Continue reading “I Am Sarahza: Sedikit Ulasan”

R I S A U

Kadang langit begitu indah ketika aku memandangnya dengan sendu. Beberapa minggu ini, ia pun kembali hadir. Dan maknanya, aku sedang risau.

Kini aku tahu perasaan sahabatku setahun yang lalu ketika aku menyemangati dirinya atas pilihan itu. Ternyata memang tak mudah mengalahkan pemikiran sendiri yang kerap kali tidak percaya diri.

Setahun bagiku bukan waktu yang lama. Sebentar lagi, aku akan kehilangan eksistensi sahabat-sahabatku. Mereka adalah penyemangatku dalam setiap langkah memperbaiki diri.

Dua tahun bagiku juga akan berlalu cepat. Aku semakin rindu sosok ibu yang selalu memberi dukungan dalam bentuk apapun. Dalam sekejap akan datang waktu dimana aku yang harus selalu berada di sampingnya.

Melodi adalah obat penenang. Aku penikmat melodi sejak Ayah menurunkan hobinya padaku. Mendengarnya mampu menenangkan hatiku.

Mushaf adalah obat yang paling hebat. Bukan hanya penenang, tetapi dia juga penyemangat. Kekuatannya yang paling hebat ialah ketika aku yakin bahwa ada Allah di setiap jalanku. Ada Allah yang selalu menemaniku. Ada Allah yang siap mendengar isi hatiku.

Kadang aku tak ingin pagi datang kembali. Aku takut karena pikiran itu pasti kembali menghantui sepanjang hari.

Akan tetapi, aku tidak bisa terus begitu.

Aku tidak boleh terus begitu.

Aku harus lawan dan terus melawan.

Mengalahkan musuh terberat yakni pemikiran sendiri.

Menelusuri Trans Jawa

Selamat tanggal 2 Februari! Sebenarnya tidak ada peringatan khusus soal hari ini tetapi saya hampir melanggar janji pada diri sendiri untuk bercerita. Sewaktu kembali dari Jakarta, saya menggunakan kereta roda empat untuk mencoba tol Trans Jawa yang panjangnya kurang lebih 1000 km. Perjalanannya cukup mengasyikkan sampai-sampai saya akui lebih nyaman daripada naik kereta. Continue reading “Menelusuri Trans Jawa”

#KuliahKerjaNdaki: Gunung Guntur

Tulisan berikut menjadi penutup liburan saya pada semester gasal. Saya akan kembali ke kota rantau minggu depan, insyaa Allah. Tim mendaki pada kesempatan ini merupakan tim dengan anggota paling sedikit dalam sejarah pendakian saya. Dua pendaki lainnya adalah adik saya yang baru mendaki satu kali yakni pendakian Gunung Papandayan pada akhir 2015. Satu anggota lain ialah kawan kami yang belum pernah mendaki. Sebagai pribadi yang bukan ahli tetapi memiliki jam terbang lebih dahulu, saya memberi beberapa masukan terkait persiapan pendakian. Dari list gunung yang saya buat seperti Gunung Gede, Gunung Ciremai, dan Gunung Cikuray, pilihan jatuh pada Gunung Guntur karena waktu pendakian yang tidak terlalu lama. Seperti KKN yang lalu, saya akan bercerita sesuai urutan tanggal perjalanan kami. Continue reading “#KuliahKerjaNdaki: Gunung Guntur”

Bandung Lautan Api: A Short Family Trip

Pada postingan ke-100 ini, saya ingin bercerita kembali soal bagaimana saya menghabiskan waktu pada musim liburan semester gasal. Sebelum memulai petualangan ke Kawah Ijen, adik saya melontarkan wacana untuk pergi ke Bandung. Katanya, ada martabak pandan rasa jagung keju yang nikmat tiada tara. Kakak saya sontak menantang kami berdua untuk pergi ke sana. Akhirnya, Sabtu pagi kami (re: anak, cucu, dan menantu Ayah Mama) bertolak ke Paris Van Java.

Perjalanan kali ini seru dan menantang. Diawali dengan ponakan kecil laki-laki saya yang tiba-tiba muntah di atas baju ibunya. Pukul 09.00 kami tiba dan melipir ke salah satu pom bensin untuk bersih-bersih. Lalu, kami mengunjungi The Lodge Maribaya yang terletak di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Continue reading “Bandung Lautan Api: A Short Family Trip”

#KuliahKerjaNdaki: Gunung Ijen

Kembali lagi bersama versi KKN saya! Alhamdulillah, pada 11-13 Januari 2019 lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Senang bisa pergi bersama 11 orang yang merupakan kawan seangkatan magang di Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas fakultas tercinta. Akan tetapi, rasa sedih pun tidak bisa dihindari karena perjalanan ini pernah saya rencanakan dengan sahabat saya yang lagi KKN di Banyuwangi. Ternyata Dia punya rencana lain. Moga-moga diberi kesempatan lagi. Continue reading “#KuliahKerjaNdaki: Gunung Ijen”