Titik Balik

Mendekati akhir tahun, banyak hal-hal yang menjadi fokus pikiran ini. Baik dalam hal akademik, non akademik, bahkan intrapersonal. Banyak kekhawatiran yang muncul akibat kepercayaan diri menurun. Semua saling beradu untuk sama-sama merasa paling memberatkan pikiran.

Pagi tadi sewaktu melamun di depan jendela, saya menikmati panasnya udara kamar. Sembari itu pula saya menundukkan kepala dan mengucap istigfar. Rasanya tidak ada lagi yang dapat saya keluhkan sepagi ini selain-Nya.

Kalau sudah jenuh seperti ini, saya butuh stimulasi untuk menemukan titik baliknya. Biasanya dari murotal atau membunyikan gitar lama. Ternyata, pikiran ini lebih mengingat sedikit perjuangan Rasulullah berdakwah. Beliau tak pernah gentar, tak pernah lelah bahkan tak pernah menyerah memperjuangkan agama walaupun orang-orang kafir juga tak pernah absen mencaci maki Rasulullah.

Sebagai pengikutnya, saya juga harus kuat. Membayangkan diri sebagai orang yang akan melindungi Rasulullah, maka saya harus tahan banting. Terlihat abstrak dan tidak nyata tetapi dengan mengingatnya titik balik itu bisa dicapai. Entah kejutan apalagi yang akan datang.

Author: Ardiana Meilinawati

Indonesia, 1420. Mengaku seorang petualang yang sedang berhijrah menuju kehidupan abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s