Belajar Mendongeng

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan kata mendongeng. Dalam KBBI, mendongeng adalah aktivitas bercerita tentang hal yang tidak benar-benar terjadi. Di era sekarang, banyak orang yang memilih dongeng sebagai bagian dari pekerjaannya. Mereka inilah yang disebut dengan pendongeng.

Dalam rentang bulan September-Oktober 2019 , saya diberi kesempatan untuk bertemu dua pendongeng secara gratis. Keduanya adalah Kak Inge dan Kak Nitnit. Saya bertemu mereka berdua dalam dua acara yang berbeda. Mereka berbagi tentang kebermanfaatan dongeng, teknik mendongeng, hingga pengalaman mendongeng sampai bisa berkeliling Indonesia. Keunikan dari dua pertemuan ini adalah tidak sedikit pun saya menemukan perbedaan soal konsep mendongeng. Beberapa catatan yang saya rangkum ialah sebagai berikut.

Dongeng adalah salah satu cara berkomunikasi dengan anak.

Kak Inge mengatakan bahwa dongeng adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Media ini dapat membentuk ikatan antara si pendongeng dengan audiensnya. Dengan begitu, pesan yang disampaikan akan masuk dan diinternalisasi dengan anak. Kak Nitnit pun menambahkan bahwa dongeng adalah menyampaikan cerita nyata dengan ekspresif yang menimbulkan imajinatif. Dongeng juga disebutkan sebagai komunikasi yang enak dengan anak. Internalisasi pesan-pesan yang disampaikan saat mendongeng terbukti oleh pengalaman Kak Nitnit.

Pada saat itu, Kak Nitnit akan mendongeng berdasarkan buku cerita yang jarang terdapat di toko buku pada umumnya. Ketika menunjukkan buku tersebut, salah satu anak TK A berdiri dan mengatakan bahwa ia telah mengetahui cerita tersebut. Lalu, Kak Nitnit memintanya untuk menceritakan kembali. Luar biasa terkejutnya ketika anak tersebut berhasil menceritakan isi buku secara detail dan menyampaikan pesan moral pada teman-temannya. Padahal Kak Nitnit ingat bahwa terakhir ia menceritakan buku tersebut sewaktu anak tadi berada di KB A. Hebat, bukan?

Mendongeng itu mudah.

Ini pernyataan yang seringkali bertolak belakang dengan saya. Beberapa kali saya mendongeng untuk anak usia dini dan merasa bahwa saya tidak bisa mendongeng. Hal tersebut muncul karena anak-anak kerap kali tidak mendengarkan, berlarian, bahkan memilih mundur dari lingkaran. Ternyata, ini bukan berarti kita tidak bisa mendongeng. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jalannya mendongeng seperti suhu ruangan, pencahayaan, kebutuhan khusus pada anak, dan sebagainya. Dari kedua pendongeng di atas, saya paham bahwa sebenarnya semua orang bisa mendongeng asal ada kemauan dan terus berlatih.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mendongeng yaitu:

  1. Mengetahui isi cerita. Untuk pendongeng pemula, kita bisa menggunakan buku sebagai panduan dalam mendongeng. Lebih baik lagi jika kita mau mengembangkan kreativitas dalam cerita. Tiga hal penting dalam mendongeng ialah awal cerita, kemunculan konflik, dan penyelesaiannya. Jika kita sudah memahami ketiganya, mendongeng tanpa buku menjadi hal yang mudah. Buku hanyalah salah satu media atau alat bantu mendongeng di samping adanya boneka dan barang-barang lainnya.
  2. Suara. Hal ini bergantung pada kondisi ruangan. Jika ruangan cukup besar maka suara yang dikeluarkan juga harus besar. Yang paling penting di sini adalah kejelasan artikulasi bahasa yang disampaikan. Jangan sampai suara kita terlalu kecil sehingga audiens tidak mendengar dan tidak mengerti cerita dan pesan moral yang disampaikan.
  3. Ekspresi. Hal yang satu ini sangat membantu penyampaian pesan cerita pada anak-anak. Dengen berekspresi (tanpa berlebihan), daya imajinatif akan timbul pada anak-anak sehingga mereka dapat masuk ke dalam cerita dan membayangkan apa yang sebenarnya terjadi.
  4. Gerakan. Anak-anak akan lebih tertarik jika terdapat gerakan ketika kita mendongeng karena hal tersebut akan mempertahankan atensi anak pada cerita. Gerakan yang dimunculkan tidak perlu berlebihan dan lebih baik sesuai dengan konteks cerita yang disampaikan. Jangan sampai pendongeng terlalu lelah akibat gerakan-gerakan berlebihan.
  5. Latihan, latihan, dan latihan. Saya rasa semua skill selalu berkembang menjadi lebih baik karena latihan. Because practice makes perfect.

Terlepas dari pengalaman Kak Inge dan Kak Nitnit soal mendongeng, beberapa jurnal penelitian menyatakan bahwa mendongeng atau storytelling adalah cara yang efektif dalam pembelajaran. Boris (2017) mengatakan bahwa mendongeng dapat memunculkan trust dan dapat digunakan pada semua gaya belajar. Selain itu, mendongeng dapat mengasah kemampuan komunikasi pada anak, menambah kosakata dan pemahaman serta meningkatkan kemampuan asosiasi makna dan emosi (Mokhtar dkk., 2011). Kak Nitnit sendiri menggunakan dongeng sebagai teknik untuk menyelesaikan permasalahan pada anak. Mendongeng menjadi salah satu teknik yang direkomendasikan dalam sesi konseling maupun terapi (Matthews & Doherty, 2011).

Sekiranya itu dulu yang dapat saya sampaikan. Masih banyak pencerahan yang Kak Inge dan Kak Nitnit berikan terkait tantangan yang muncul ketika mendongeng. Sebelum itu, mari kita berlatih mendongeng dan terus belajar dari tantangan yang kita temukan di lapangan. Selamat mendongeng! 🙂

Referensi:
Boris, Vanessa. (2017). What Makes Storytelling So Effective for Learning?. Retrieved from https://www.harvardbusiness.org/what-makes-storytelling-so-effective-for-learning/

Matthews, Mark & Doherty, Gavin. (2011). My Mobile Story: Therapeutic Storytelling for Children. CHI 2011, 2059-2064.

Mokhtar, N. H., Halim, M. F. A., & Kamarulzaman, S. Z. S. (2011). The Effectiveness of Storytelling in Enhancing Communicative Skills. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 18, 163–169.

 

Author: Ardiana Meilinawati

Indonesia, 1420. Mengaku seorang petualang yang sedang berhijrah menuju kehidupan abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s